Sistem Perekonomian Indonesia

Sistem Perekonomian Indonesia

Sistem Perekonomian Indonesia

A. Sistem Ekonomi
Yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah cara suatu bangsa atau Negara dalam menjalankan perekonomiannya.
Secara umum sistem ekonomi dapat dibagi dalam empat macam sistem, yaitu:
 Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem yang bertujuan memenuhi kebutuhan minimal

 Sistem Ekonomi Terpusat
Suatu sistem ekonomi dimana seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah
 Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi dimana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran)
 Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar
B. Sistem Demokrasi Ekonomi
Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila atau sistem demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk rakyat dibawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat.
Menurut Tap MPR No. II/MPR/1993 tentang GBHN, walaupun demokrasi ekonomi di Indonesia memiliki banyak ciri positif namun dalam pelaksanaannya harus mengandung ciri- ciri negative berikut ini:
 Sistem Free Fight Liberalism, yaitu kebebasan dapat menimbulkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain.
 Sistem Etatisme, yaitu keadaan dimana pemerintah bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi sector- setor ekonomi.
 Monopoli, yaitu pemusatan ekonomi pada suatu kelompok tertentu yang merugikan masyarakat.
C. Peran Pemerintah dalam Sistem Demokrasi Ekonomi Indonesia
 Pemerintah sebagai pelaku ekonomi
– Kegiatan Produksi
– Kegiatan Distribusi
– Kegiatan Konsumsi
 Pemerintah sebagai Pengatur
– Kebijakan Moneter
Kebijakan Diskonto, Politik Pasar Terbuka (Open Market Operation), Kebijakan cadangan kas (Cash Ratio), Kebijakan Kredit.
– Kebijakan Fisikal
Aspek Kuantitatif dan Aspek Kualitatif
D. Pelaku Utama dalam Sistem Demokrasi Ekonomi Indonesia
 BUMN/ BUMD
Kebaikannya:
– Organisasi BUMN disusun secara mantap
– Memiliki kekuatan hokum yang kuat
– Permodalan yang pasti yang dialokasikan dari dana pemerintahan
– Mengutamakan pelayanan umum
Keburukannya:
– Organisasi sangat kaku dan sangat birokrasi
– Pengambilan kebijaksanaan sangat lambat karena dibawah komando atasan
– BUMN banyak yang rugi
 Koperasi
Kebaikannya:
– Dalam Koperasi tidak ada majikan dan buruh yang memiliki kepentingan yang berlawanan
– Diantara anggota dan pengurus bekerja dan bertanggung jawab bersama- sama
– Kekuatannya mengakar dan menyebar sehingga dapat menjadi organisasi yang kuat
– Mengutamakan pemenuhan kebutuhan hidup bersama disamping mencari keuntungan
Keburukannya:
– Bimbingan pemerintah membuat Koperasi kehilangan jati diri
– Kualitas sumber daya manusia sangat rendah
– Permodalannya yang terbatas
 BUMS
Kebaikannya:
– Meningkatkan pendapatan dan devisa Negara
– Menambah Lapangan Kerja
– Mempermudah kegiatan ekspor dan impor
– Meningkatkan standar keahlian dan ahli teknologi
– Merangsang system pendidikan dan latihan kerja
Keburukannya:
– Berkurangnya pendapatan Negara karena keringanan pajak
– Berkurangnya devisa Negara karena keringanan bea masuk
– Mengalirnya devisa ke luar negri
– Menimbulkan ketegangan karena persaingan yang tidak sehat
– Adanya kemungkinan penyalahgunaan potensi sumber daya dan wewenang

Sumber : https://downloadapk.co.id/

About The Author