Mahasiswa UIN Ar-Raniry Wakili Indonesia pada Dialog Internasional

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Wakili Indonesia pada Dialog Internasional

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Wakili Indonesia pada Dialog Internasional

BANDA ACEH – Selamat Ariga, Mahasiswa Fakultas Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam

Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti Internasional Regional Dialogue on “Promoting Peaceful Engagement: Learning from and Empowering the Youth on Preventing Violent Extremism”, yang berlangsung pada 19-22 Maret 2019 di Bangkok, Thailand.

Selamat Ariga, kepada humas UIN Ar-Raniry, melalui pesan WhatsApp, Rabu (20/3/2019) mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan didukung penuh oleh Pemerintahan Jepang (Government of Japan) di Amari Watergate Bangkok, tentang “Terlibat dalam Mempromosikan Damai: Belajar dan Memberdayakan Kaum Muda dalam Mencegah Ekstremisme Kekerasan”.

“Pada hari pertama Regional Dialog Internasional tersebut, dimulai dengan sambutan Wakil Perwakilan

Regional UNODC di Asia Teggara dan Pasifik, Julien Garsany, yaitu penyampaian Kerangka Kerja Internasional, Regional dan Nasional dan pemahaman kasus Terorisme, Radikalisme dan Violent Extremism yang sedang terjadi saat ini,” kata dia.

Ariga menambahkan, kegiatan dilajutkan dengan pemaparan beberapa hal oleh tokoh internasional lainnya, antara lain Penasihat Regional & Manajer Program Pencegahan Terorisme UNODC, Hernán Longo, dan juga merupakan Duta Besar Rezlan Ishar Jenie, Direktur Eksekutif, ASEAN Institute untuk Perdamaian & Rekonsiliasi (ASEAN-IPR). Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Tujuan dan Metodologi Pertemuan serta Perkenalan Peserta.

Selain itu ungkap Ariga, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian dari masing-masing Perwakilan Negara

yang difokuskan pada bagaimana Mencegah Radikalisasi dan Perekrutan Terorisme di Sekolah dan Universitas atau kampus.

Pada sesi penyambutan para delegasi atau malam galadinner dari masing-masing Negara, Saya (Selamat Ariga-red) yang menjadi perwakilan Aceh-Indonesia, tampil dengan mengenakan pakaian Adat Aceh yaitu Kerawang Gayo lengkap dengan kain pinggang kerawang dan topi kerrawang, yang ternyata menjadi pusat perhatian seluruh peserta dari berbagai Negara yang hadir.

Dia mengaku mendapat apresiasi dari peserta dialog internasional tersebut, yakni dikenal sebagai peserta termuda dan paling aktif pada setiap sesi kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu. Kegiatan tersebut diikuti oleh dilegasi dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Singapura, Jepang dan beberapa Negara lainnya.

 

Baca Juga :

About The Author