Facebook Janji Tingkatkan Kemampuan AI Untuk Deteksi Video Teroris

Facebook Janji Tingkatkan Kemampuan AI Untuk Deteksi Video Teroris

Facebook Janji Tingkatkan Kemampuan AI Untuk Deteksi Video TerorisFacebook Janji Tingkatkan Kemampuan AI Untuk Deteksi Video Teroris

Seminggu peristiwa penembakan teroris di masjid Selandia Baru,

diketahui video yang beredar sudah ditonton 4000 kali sebelum dihapus.

Mengenai video penembakan itu, Facebook menjadi sorotan. Pasalnya kebobolan itu, dikabarkan Facebook tidak langsung menghentikan video pada saat terjadi aksi penembakan.

Kendati seperti itu, Facebook sendiri kabarnya tidak tinggal diam. Seperti dikabarkan BGR, untuk mencegah video serupa agar tidak beredar di masa depan, Facebook berencana untuk meningkatkan AI yang cocok dengan memberikannya kekuatan pendeteksian berbasis audio.

Pasalnya, sejauh ini Facebook mengandalkan AI platform. Platform ini

dapat dengan cepat mendeteksi video yang berisi tindakan bunuh diri atau berbahaya, tetapi siaran penembakan tampaknya tidak terdeteksi.

Facebook gagal adalah karena komputer dilatih menggunakan konten-konten yang mirip. Sementara peristiwa di Selandia Baru sangat jarang terjadi.

Menurut Guy Rosen, Facebook VP of Integrity dalam blog resmi Facebook, adalah AI belum bisa membedakan video pembantaian tersebut dengan video-video game first-person shooter (FPS) seperti PUBG, Counter Strike, atau Call of Duty.

Sehingga untuk dapat melatih AI yang cocok untuk mendeteksi jenis konten tertentu

, platform membutuhkan volume data pelatihan yang besar.

Rosen, membahas keberhasilan dan kekurangan perusahaan dalam mengatasi situasi tersebut, serta rencananya untuk mencegah video seperti itu menyebar di jejaring sosial masa depan.

Facebook pekan ini mengakui bahwa video live itu disaksikan kurang dari 200 orang. Tetapi video itu diunduh dan kemudian disebar lagi orang oknum-oknum di berbagai media sosial.

 

Baca Juga :

About The Author