Dikpora Maluku Gelar Workshop Pendampingan Kurikulum 2013

Dikpora Maluku Gelar Workshop Pendampingan Kurikulum 2013

Dikpora Maluku Gelar Workshop Pendampingan Kurikulum 2013

Kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka peningkatan mutu

pendidikan adalah Implementasi Kurikulum 2013 yang secara umum harus dilaksanakan oleh semua Satuan Pendidikan secara bertahap termasuk satuan pendidikan SMA yang penerapannya dimulai pada kelas X dan kelas XI.

Pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya dalam mempersiapkan keperluan terkait pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 antara lain mempersiapkan tenaga pendidik melalui pelatihan-pelatihan, biaya pengadaan buku pelajaran, bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan bagi siswa, bantuan biaya bagi siswa miskin dll.

Bertolak dari kebijakan Pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,

maka Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyikapi pelaksanaan Kurikulum 2013 yaitu melaksanakan beberapa kegiatan pelatiahan yang melibatkan kepala sekolah dan guru mata pelajaran bermaksud untuk mensosialisasikan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan kurikulum dimaksud pada setiap satuan pendidikan di Provinsi Maluku.

Demikian sambutan Kepala Dinas Dikpora Provinsi Maluku yang dibacakan Kepala Bidang Dimen Drs. Meky Lohy, MT pada acara Workshop Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMA tingkat Promal tahun 2014 yang berlangsung di hotel Amboina Ambon Kamis (25/9).

Kadis berharap, para peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaan materi Kurukulum 2013, guna mempermudah pelaksanaan pendampingan kurikulum kedepan di daerah masing-masing.

Yang menjadi tantangan adalah mampukah kita sebagai abdi negara untuk memberikan

jawaban pasti bahwa anak-anak didik kita kemudian akan menjadi asset unggul lewat proses pendidikan yang kita curahkan kepada mereka ?

Sudahkah benih yang kita peroleh telah ditaburkan dalam kebenaran dan kebaikan untuk kemudian dapat dituai sebagai hasil pergumulan kita bersama bagi negeri ini, yang diperlihatkan klak oleh anak-anak kita ?

Jawabannya adalah Ya. Namun kata Kadis, tidak ada kata terlambat. Ini waktunya setelah peserta dibekali dalam proses pendampingan ini, bangkitkanlah semangatmu, niatmu dan integritasmu, kembalilah dan tunaikan tugasmu dalam semangat orang basudara.

Menurutnya, niat yang TULUS akan melahirkan SEMANGAT yang membara, untuk mencapai tujuan, tercipta generasi-generasi baru, Patimura-Patimura muda yang bangkit dan tidak dipengaruhi oleh siapapun juga untuk melakukan misi pelayanan pendidikan, karena gurunya tidak dipengaruhi oleh kepentingan siapapun juga (kendaraan politik).

Ketua Panitia Workshop Drs. Nus Kesaulya, M.Pd dalam laporannya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah; Meningkatkan pemahaman tentang kebijakan pembinaan Implementasi Kurikulum 2013, Membantu memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat Implementasi Kurikulum 2013, Memberikan penguatan dalam memahami konsep Kurikulum 2013 terkait pelaksanaannya bagi guru untuk menjamin terlaksananya Kurikulum 2013 secara efektif dan efesien di Sekolah Dasar, Memberikan bantuan konsultasi, pemodelan (modeling) dan pelatihan personal, dan spesifik (coaching) untuk hal-hal spesifik dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 secara tatap muka dan online, Meningkatkan pemahaman dan penguasaan substansi dan mekanisme pelaksanaan pendampingan dan Terlatihnya sejumlah guru yang mampu dan siap ditugaskan untuk melaksanakan Bimtek Pendampingan Tingkat Kabupaten/Kota dan pendampingan tingkat sekolah.

Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah Kepala Seksi yang menangani Kurikulum di SMA dan Guru SMA Mata Pelajaran Wajib A dan B yang merupakan guru sasaran dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku dan telah mengikuti Kegiatan Implementasi Kurikulum 2013 di LPMP dan dinyatakan sebagai peserta terbaik dari tiap-tiap kabupaten/kota dari 8 mata pelajaran wajib.

Adapun pelajaran wajib tersebut adalah ; Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia, Penjasorkes, Bahasa Inggris, Seni Budaya, PPKn dan Kewirausahaan.

Hasil yang diharapkan adalah; Terpahaminya kebijakan kegiatan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013, Tersedia tim yang memahami mekanisme, substansi, metode dan pelaporan pendampingan implementasi Kurikulum 2013, Tersedia jadwal dan pembagian tugas pelaksanaan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 tingkat kabupaten/kota di Provinsi Maluku, Tersedia tim pendamping yang siap dan mampu melaksanakan tugas pendampingan implementasi Kurikulum 2013 pada SMA masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

Workshop dilaksanakan selama 3 hari dengan jumlah peserta 99 orang, berasal dari 11 kabupaten/kota di Maluku, dengan menggunakan dana Dekonsentrasi Kegiatan Penyediaan dan Peningkatan Layanan Pendidikan SMA Maluku tahun 2014.(TM02)

 

Baca Juga :

 

 

About The Author