Cinta di Persimpangan Hati

Cinta di Persimpangan Hati

Cinta di Persimpangan Hati

Mungkin saja Anda pernah mendengar atau menyangkal hal ini kepada pasangan.
Ya, emotional affair (perselingkuhan hati) kenyataannya memang sangat
menyakitkan. Ia tak hanya melibatkan keintiman fisik, namun telah juga
melibatkan emosi dan hati.

Perselingkuhan hati seakan mendapatkan tempat pemaklumannya. Karena tak
perlu ada sentuhan dan keintiman fisik yang terjalin, sehingga jejak
mencurigakan itu tak akan berbekas dan berpotesi merusak hubungan Anda
dengan pasangan resmi di rumah. Toh, biarkan saja hati yang bicara. “Kita
simpan sendiri saja dan tak perlu ada yang tahu”, begitulah kira-kira bunyi
suara hati para pecinta yang tengah asik dimabuk perselingkuhan.

Dan sebelum Anda terlanjur melewati garis batas dan kemudian terjatuh pada
perselingkuhan hati, berikut tujuh poin yang bisa Anda tanyakan dalam diri
saat Anda berada di persimpangan hati dan bingung memutuskan, apakah jalan
terus atau berhenti saja memanjakan perasaan?

1. Anda mulai mencoba menyembunyikan segala yang buruk tentang diri
Anda. Tak ada lagi kealamian yang Anda tampilkan didepannya. Anda merasa
harus tampil sesempurna mungkin, dan ingin membuatnya terpesona.

2. Tanpa sadar, ia mulai hadir dalam mimpi-mimpi indah Anda. Saat
percintaan terlarang telah melibatkan emosi dan hati, pikiran pun seakan
memberi peluang menghadirkan nama dan segalanya tentang dia di dalam otak,
di sepanjang hari. Anda pun mulai jatuh merindu setengah mati padanya.

3. Ada kejujuran dalam batin yang menyeruak, sebuah perasaan cemburu dan
tak senang yang menjalar ketika melihat kedekatan dia dengan orang lain yang
begitu terlihat nyata di depan Anda. Dunia tempat Anda berpijak pun seolah
bergetar, hancur dan lalu berantakan berkeping-keping.

4. Sebuah jalan terbuka lebar, saat teman-teman di sekitar Anda memberi
“tanda” yang mendukung kedekatan Anda dan dia, si teman selingkuh. Disinilah
awal itu dimulai. Bahwa “tanda” itulah yang Anda butuhkan untuk mengukuhkan
hubungan terlarang itu untuk bertahan abadi.

5. Tak ada lagi ruang privasi yang Anda berikan untuknya. Anda membuka
hati dan membiarkannya masuk, memporak porandakan bilik hati Anda, dan Anda
justru merasa senang dan terbuai.

6. Kesamaan selera dan aktivitas serta berada di lingkungan yang sama
telah menumbuhkan perasaan sehati. Anda pun senang membagi kesamaan itu
dengannya, membagi cinta berbekal kesamaan rasa. Dukungan emosional yang
tidak Anda dapatkan dari pasangan resmi pun telah berhasil Anda dapatkan di
luar hubungan.

7. Ketertarikan seksual tak dipungkiri mengambil peranan pula. Meski
hati berkata “tidak” untuk sebuah seks, tapi ketika emosi dan hati telah
terlibat disana, apapun bisa terjadi, bukan?

Jika Anda jujur membenarkan tujuh poin diatas, inilah saatnya Anda untuk
memutuskan jalan mana yang Anda pilih ketika berada di persimpangan hati.
Ini belum terlambat, jika Anda bersedia berhenti dan mundur teratur, bukan
untuk meyerah kalah tapi untuk menang. Ya, menang melawan hasrat. Dan
bersiaplah menguatkan kembali bangunan cinta Anda yang hampir runtuh. Karena
memang tak ada kata terlambat untuk sebuah cinta sejati.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

About The Author