Bahasa Melayu sebagai Bahasa Resmi Kerajaan

Bahasa Melayu sebagai Bahasa Resmi Kerajaan

Bahasa Melayu 

Bahasa Melayu

Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit adalah dua buah kerajaan yang sangat terkenal di kawasan Nusantara pada abad yang lalu. Kedua kerajaan ini memiliki sejarah kejayaan yang tersohor keberadaannya, bahasa resminya adalah salah satu diantaranya adalah bahasa Melayu. Demikian pula pada zaman penjajahan Belanda, bahasa Melayu merupakan bahasa resmi kedua mendampingi bahasa Belanda, begitu pula para missionaris, ia menyebarkan Injil dengan menggunakan bahasa Melayu. Hal yang sama dalam penyebaran agama Islam, pada abad ke-15 bahasa Melayu sebagai bahasa Agama atau bahasa dalam penyiaran Islam.

Bahasa Melayu sebagai Bahasa Perjuangan

Secara Psikologis, seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia menerima dengan sukarela bahasa Melayu menjadi bahasa nasional pada waktu dicetuskan Sumpah Pemuda 1928. Mereka menyadari bahwa dengan bahasa Melayu dapat dipupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa sebagai modal utama untuk merebut kemerdekaan bangsa. Untuk kepentingan perjuangan bangsa perlu segera ditunjuk satu bahasa yang paling memenuhi syarat, yaitu bahasa Melayu yang dapat diterima oleh semua pihak.

Penunjukan  tersebut memang tepat karena bahasa Melayu yang berkembang menjadi bahasa Indonesia memiliki kesanggupan untuk menjalankan fungsinya sebagai bahasa perjuangan dan selanjutnya sebagai bahasa pendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Syarat ini mutlak harus dimiliki oleh bahasa yang berpredikat bahasa nasional dan bahasa negara.

Bahasa Melayu Mudah Dipelajari dan Dikembangkan

Bahasa Melayu yang menjadi asal bahasa Indonesia mempunyai sifat dan susunan yang sederhana dan luwes. Hal ini dapat dilihat pada kaidah-kaidahnya yang berlaku dalam bidang tatabunyi (fonologis), bentuk kata (morfologis), dan tata kalimat (sintaksis). Bahasa Melayu juga bersifat terbuka untuk menerima pengaruh dari bahasa lain tanpa merusak kaidah-kaidah dasarnya.

Dengan demikian, bahasa Melayu sudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan pemakainya dan memperkaya perbendaharaannya dengan unsur-unsur baru dari bahasa lain. Itulah sebabnya bahasa Melayu dalam waktu yang relatif singkat dapat dipergunakan oleh berbagai lapisan masyarakat dalam aspek kehidupannya.

 

Artikel terkait :

About The Author